“Sustainability Sanggar Tari di Surabaya dengan Model Manajemen Tradisional-Modern”

Penulis : Dr. Arif Rofiq, M.Si, Budiyanto, Ikhsan Budi Riharjo
Editor : Mujib Al Firdaus, M.Pd.
Desain Sampul dan Tata Letak : Andre Wijaya
23cm x 15cm / VIII + 132 hlm
Regulasi pemerintah terhadap kebudayaan yang selalu berubah kini menjadi bagian dari Kementerian Pendidikan, dan pada akhir tahun 2024 lahir Kementerian Kebudayaan, menampakkan bahwa kebudayaan secara tektual dinyatakan penting tetapi kontektualnya belum dianggap demikian. Sementara kebudayaan dalam konteks kesenian tidak subur, selalu ada di mana-mana dengan kemandiriannya, termasuk Sanggar tari di Surabaya yang hidup dengan MANTRAM: Model Manajemen Tradisional – Modern.
Secara internal, Sanggar tari mengatur manajemen dengan cara kekeluargaan dan sangat bergantung pada kebijakan pimpinan. Secara eksternal, berusaha memenuhi kaidah manajemen modern melalui kolaborasi dengan pemerintah kota Surabaya dalam Festival Cipta Karya Tari Surabaya, yang telah mendorong lahirnya karya tari bani dengan pendekatan kultur Surabaya. Hal ini menjadi aset budaya Surabaya dan berdampak pada Sanggar tari di wilayah tersebut. Kehadiran pemerintah diperlukan agar keberlanjutan organisasi budaya tetap bertahan dan mampu berkembang dari potensi lokal untuk merespon dinamika budaya global.

Tinggalkan komentar